Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Featured Posts

Senin, 30 Juni 2014

Udang-Udang Budidaya yang Potensial

Udang adalah komoditas unggulan perikanan budidaya yang berprospek cerah. Udang termasuk komoditas budidaya yang sudah dikenal dan sangat diminati oleh masyarakat. Ada banyak jenis udang yang tersebar di alam. Mulai dari perairan laut, payau hingga perairan tawar. Sebagian sudah dapat dibudidayakan dan berhasil.

Lokasi budidaya udang secara umum tersebar di seluruh daerah yang ada di Indonesia. Sentra produksi udang terdapat di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Perkembangan produksi udang sendiri sempat mengalami penurunan secara nasional namun pada tahun 2010 yang lalu produksi udang vaname telah stabil dan cenderung naik. Hanya sebagian kecil sentra udang yang mengalami penurunan akibat adanya penyakit seperti provinsi Lampung yang sampai dengan saat ini belum mampu memproduksi udang seperti sedia kala.

Beberapa daerah seperti Jawa Barat dan Sulawesi Tenggara menjelma menjadi sentranya budidaya udang vaname. Peningkatan produksi udang vaname kedua daerah tersebut sungguh luar biasa. Peningkatan produksi udang vaname ini karena mulai diaktifkan kembali beberapa tambak idle dan penumbuhan pembudidaya-pembudidaya baru.

Udang adalah komoditas yang sangat mahal harganya baik di pasar domestic maupun pasar ekspor. Potensi pengembangan budidaya udang di Indonesia sangat terbuka. Apalagi Indonesia memiliki perairan yang sangat mendukung budidaya tambak. Selain itu, terdapat banyak jenis udang di Indonesia dan sebagian telah budidayakan. Udang sendiri adalah salah satu penyumbang devisa terbesar dari sector perikanan sehingga peluang usaha budidaya sangat potensial dan terbuka lebar.

Pada awalnya budidaya udang sangatlah sulit terutama karena sulitnya memperoleh benih untuk budidaya. Ketergantungan pada benih alam menyebabkan kesinambungan budidaya tidak berjalan dengan baik karena bergantung pada musim. Namun kini benih terutama vaname dan windu mudah didapatkan sehingga kesinambungan budidaya udang dapat terjaga.

Ada banyak jenis udang yang tersebar di perairan Indonesia. Berikut ini adalah beberapa jenis udang yang telah berhasil dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, yaitu :

1. Udang Putih

Udang putih sering disebut sebagai udang jerbung dengan karakteristik yakni kulitnya tipis dan licin, warna putih kekuningan dengan bintik hijau dan ada yang berwarna kuning kemerahan. Udang putih atau udang jerbun memiliki banyak jenis antara lain :


  • Udang Peci, dengan karakteristik yakni warna kulitnya lebih gelap dan berbintik hitam. Udang ini memiliki nama dagang White  Shrimp.

  • Udang Bambu, dengan karakteristik yakni warna kulitnya kuning berbercak merah seperti bamboo.Nama dagang udang ini adalah Bamboo Shrimp.

  • Udang Banana , dengan karakteristik yakni warna kulitnya kuning seperti kulit pisang dengan nama dagang Banana Shrimp.

Udang putih sudah lama dapat dibudidayakan. Terkadang sebagian orang menyamakannya dengan udang vannamei dikarenakan karakteristik warnanya yang mirip. Padahal kedua jenis udang ini berbeda. Udang putih memiliki nama ilmiah Penaeus merguiensis ini, banyak dikembangkan sebagai komoditas budidaya di daerah Indonesia. Sentra pengembangan budidaya udang putih terdapat di provinsi Jawa barat, kalimantan timur, sumatera utara, jawa tengah dan jawa timur.

2. Udang Windu

Udang ini dikenal sebagai black tiger atau tiger prawn. Orang inggris menyebutnya sebagai tiger karena karakteristik dari corak tubuhnya yang berupa Udang ini kulitnya tebal dan keras, berwarna hijau kebiruan dengan garis melintang yang lebih gelap, ada juga yang berwarna kemerah-merahan dengan garis melintang coklat kemerahan. Nama dagang Tiger Shrimp.

Windu adalah jenis udang yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Udang windu memiliki nama ilmiah Penaeus monodon. Walaupun sempat ambruk akibata serangan hama penyakit. Udang windu perlahan bangkit dan saat ini mulai berkembang sangat baik di berbagai daerah di Indonesia. Budidaya udang windu terdapat hampir di semua wilayah Indonesia. Sentra budidaya udang windu sendiri terletak di provinsi Sumatera selatan, jawa barat dan sulawesi selatan.

3. Udang Vannamei

Udang vannamei dikenal memiliki nama ilmiah yakni Penaeus vannamei. Udang jenis ini memiliki 2 gigi pada tepi rostrum pada bagian ventral dan 8 – 9 gigi pada bagian tepi rostrum bagian dorsal. Penaeus vannamei memiliki toleransi salinitas yang lebar, yaitu dari 2 – 40 ppt, tapi akan tumbuh cepat pada salinitas yang lebih rendah, saat lingkungan dan darah isoosmotik (Wyban et al., 1991).


Udang vannamei adalah jenis udang yang pada awal kemunculannya di Indonesia dikenal sebagai udang yang dapat dibudidayakan denga tingkat ketahanan yang tinggi terhadap serangan hama penyakit. Namun sejak tahun akhir 2008, udang vannamei juga terkena serangan hama penyakit yang menyebabkan jatuhnya produksi udang secara nasional. Udang vannamei yang memiliki nama ilmiah Litopenaeus vannamei ini sentra lokasi budidayanya terdapat pada provinsi Lampung, Jawa timur, nusa tenggara barat dan sumatera selatan.

4. Udang rostris

Udang rostris memiliki nama ilmiah Litopenaeus stylirostris. Udang jenis ini dapat dibudidayakan pada sistem tertutup pada kelas pembesaran secara intensif. Udang rostris memiliki tubuh berwarna biru, mempunyai rostrum bergigi 7 di bagian dorsal dan 1 gigi lunak di bagian ventral, duri kecil ditemukan pada tepi posterior segmen abdomen kelima. Udang jenis telah dapat dilakukan pembenihan oleh BBPBAP Jepara. Daerah budidaya udang rostris terdapat di provinsi Aceh dan Nusa Tenggara Barat.

5. Udang api-api

Udang api-api termasuk salah satu jenis udang yang sudah dapat dilakukan pembudidayaannya. Udang jenis ini memiliki ukuran tubuh yang tidak besar. Udang api-api memiliki nilai ekonomis penting dan mempunyai peranan penting dalam siklus rantai makanan dan transfer energi. Sentra budidaya udang api-api terletak di provinsi jawa barat, jawa tengah, jawa timur dan provinsi sulawesi selatan.

6. Udang Barong

Udang barong memiliki nama ilmiah Panulirus sp. Udang ini biasa pula disebut sebagai udang karang. Sebagian orang menyebut pula udang jenis ini dengan sebutan lobster laut. Udang barong aktif mencari makan pada malam hari. Pada siang hari, udang ini lebih suka tinggal di dalam lubang. Udang ini seperti udang sikat tetapi ukurannya ada yang besar dan kulitnya keras. Warnanya ada bermacam-macam, ada yang hijau, coklat, coklat kemerahan dan hitam kebiruan, biasanya berbintik-bintik putih, merah atau coklat.

Perkembangan budidaya udang barong belum begitu pesat. Hanya beberapa daerah saja yang terpantau melalui data statistic perikanan budidaya mengusahakan budidaya lobster laut ini. Total produksi lobster laut ini secara nasional mencapai 311 ton pada tahun 2010. Produksi nasional yang sebesar tersebut berasal dari provinsi Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, NTB Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Timur. Sebagian besar produksi udang barong berasal dari Sulawesi Tenggara.

7. Udang Galah

Udang ini adalah udang air tawar. Karakteristik udang jenis ini yakni memiliki panjang maksimal tubug hingga 30 cm, warnaynya bermacam-macam, ada yang hijau kebiruan, hijau kecoklatan, kuning kecoklatan dan berbercak seperti udang windu tetapi bentuknya lebih bulat. Udang galah lebih menyukai untuk hidup di hilir sungai.

Perkembangan produksi udang galah hasil budidaya cukup baik. Udang galah dapat dibudidakan di kolam dan saat ini mulai dikembangkan budidaya udang galah dengan mengintegrasikan dengan tanaman padi atau biasa disebut dengan budidaya minapadi. Produksi udang galah pada tahun 2010 berada pada kisaran 1.400 ton yang sebagian besar berasal dari budidaya kolam. Sentra produksi udang galah sebagian besar terletak di pulau Jawa yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Di luar jawa udang galah dibudidayakan di provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat. Bali ditahun 2010 merupan penyumbang terbesar produksi udang galah nasional dengan total produksinya pada tahun 2010 sebesar 742 ton.

8. Lobster Air Tawar

Lobster air tawar memiliki ciri- ciri morfologi tubuh terbagi dalama 2 bagian, yakni kepala (chepalothorax) dan badan (abdomen). Antara kepala bagian depan dan bagian belakang dikenal dengan nama sub-chepalothorax. Cangkang yang menutupi kepala disebut karapak (carapace) yang berperan dalam melindungi organ tubuh, seperti otak, insang, hati, dan lambung. Karapak berbahan zat tanduk atau kitin yang tebal dan merupakan nitrogen polisakarida yang disekresikan oleh kulit epidermis dan dapat mengelupas saat terjadi pergantian cangkang tubuh (molting).

Perkembangan budidaya lobster air tawar di Indonesia belum maksimal. Hal ini disebabkan sulitnya memperoleh benih yang bersumber dari alam. Oleh karenanya tidak banyak daerah yang mampu memproduksi udang galah. Data tahun 2010 menggambarkan bahwa hanya provinsi beberapa daerah saja yang mengusahakannya dan secara nasional produksi lobster air tawar hanya 8 ton selama tahun 2010 yang lalu


sumber djpb.kkp.go.id

Udang-Udang Budidaya yang Potensial

Udang adalah komoditas unggulan perikanan budidaya yang berprospek cerah. Udang termasuk komoditas budidaya yang sudah dikenal dan sangat diminati oleh masyarakat. Ada banyak jenis udang yang tersebar di alam. Mulai dari perairan laut, payau hingga perairan tawar. Sebagian sudah dapat dibudidayakan dan berhasil.

Lokasi budidaya udang secara umum tersebar di seluruh daerah yang ada di Indonesia. Sentra produksi udang terdapat di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Perkembangan produksi udang sendiri sempat mengalami penurunan secara nasional namun pada tahun 2010 yang lalu produksi udang vaname telah stabil dan cenderung naik. Hanya sebagian kecil sentra udang yang mengalami penurunan akibat adanya penyakit seperti provinsi Lampung yang sampai dengan saat ini belum mampu memproduksi udang seperti sedia kala.

Beberapa daerah seperti Jawa Barat dan Sulawesi Tenggara menjelma menjadi sentranya budidaya udang vaname. Peningkatan produksi udang vaname kedua daerah tersebut sungguh luar biasa. Peningkatan produksi udang vaname ini karena mulai diaktifkan kembali beberapa tambak idle dan penumbuhan pembudidaya-pembudidaya baru.

Udang adalah komoditas yang sangat mahal harganya baik di pasar domestic maupun pasar ekspor. Potensi pengembangan budidaya udang di Indonesia sangat terbuka. Apalagi Indonesia memiliki perairan yang sangat mendukung budidaya tambak. Selain itu, terdapat banyak jenis udang di Indonesia dan sebagian telah budidayakan. Udang sendiri adalah salah satu penyumbang devisa terbesar dari sector perikanan sehingga peluang usaha budidaya sangat potensial dan terbuka lebar.

Pada awalnya budidaya udang sangatlah sulit terutama karena sulitnya memperoleh benih untuk budidaya. Ketergantungan pada benih alam menyebabkan kesinambungan budidaya tidak berjalan dengan baik karena bergantung pada musim. Namun kini benih terutama vaname dan windu mudah didapatkan sehingga kesinambungan budidaya udang dapat terjaga.

Ada banyak jenis udang yang tersebar di perairan Indonesia. Berikut ini adalah beberapa jenis udang yang telah berhasil dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, yaitu :

1. Udang Putih

Udang putih sering disebut sebagai udang jerbung dengan karakteristik yakni kulitnya tipis dan licin, warna putih kekuningan dengan bintik hijau dan ada yang berwarna kuning kemerahan. Udang putih atau udang jerbun memiliki banyak jenis antara lain :


  • Udang Peci, dengan karakteristik yakni warna kulitnya lebih gelap dan berbintik hitam. Udang ini memiliki nama dagang White  Shrimp.

  • Udang Bambu, dengan karakteristik yakni warna kulitnya kuning berbercak merah seperti bamboo.Nama dagang udang ini adalah Bamboo Shrimp.

  • Udang Banana , dengan karakteristik yakni warna kulitnya kuning seperti kulit pisang dengan nama dagang Banana Shrimp.

Udang putih sudah lama dapat dibudidayakan. Terkadang sebagian orang menyamakannya dengan udang vannamei dikarenakan karakteristik warnanya yang mirip. Padahal kedua jenis udang ini berbeda. Udang putih memiliki nama ilmiah Penaeus merguiensis ini, banyak dikembangkan sebagai komoditas budidaya di daerah Indonesia. Sentra pengembangan budidaya udang putih terdapat di provinsi Jawa barat, kalimantan timur, sumatera utara, jawa tengah dan jawa timur.

2. Udang Windu

Udang ini dikenal sebagai black tiger atau tiger prawn. Orang inggris menyebutnya sebagai tiger karena karakteristik dari corak tubuhnya yang berupa Udang ini kulitnya tebal dan keras, berwarna hijau kebiruan dengan garis melintang yang lebih gelap, ada juga yang berwarna kemerah-merahan dengan garis melintang coklat kemerahan. Nama dagang Tiger Shrimp.

Windu adalah jenis udang yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Udang windu memiliki nama ilmiah Penaeus monodon. Walaupun sempat ambruk akibata serangan hama penyakit. Udang windu perlahan bangkit dan saat ini mulai berkembang sangat baik di berbagai daerah di Indonesia. Budidaya udang windu terdapat hampir di semua wilayah Indonesia. Sentra budidaya udang windu sendiri terletak di provinsi Sumatera selatan, jawa barat dan sulawesi selatan.

3. Udang Vannamei

Udang vannamei dikenal memiliki nama ilmiah yakni Penaeus vannamei. Udang jenis ini memiliki 2 gigi pada tepi rostrum pada bagian ventral dan 8 – 9 gigi pada bagian tepi rostrum bagian dorsal. Penaeus vannamei memiliki toleransi salinitas yang lebar, yaitu dari 2 – 40 ppt, tapi akan tumbuh cepat pada salinitas yang lebih rendah, saat lingkungan dan darah isoosmotik (Wyban et al., 1991).


Udang vannamei adalah jenis udang yang pada awal kemunculannya di Indonesia dikenal sebagai udang yang dapat dibudidayakan denga tingkat ketahanan yang tinggi terhadap serangan hama penyakit. Namun sejak tahun akhir 2008, udang vannamei juga terkena serangan hama penyakit yang menyebabkan jatuhnya produksi udang secara nasional. Udang vannamei yang memiliki nama ilmiah Litopenaeus vannamei ini sentra lokasi budidayanya terdapat pada provinsi Lampung, Jawa timur, nusa tenggara barat dan sumatera selatan.

4. Udang rostris

Udang rostris memiliki nama ilmiah Litopenaeus stylirostris. Udang jenis ini dapat dibudidayakan pada sistem tertutup pada kelas pembesaran secara intensif. Udang rostris memiliki tubuh berwarna biru, mempunyai rostrum bergigi 7 di bagian dorsal dan 1 gigi lunak di bagian ventral, duri kecil ditemukan pada tepi posterior segmen abdomen kelima. Udang jenis telah dapat dilakukan pembenihan oleh BBPBAP Jepara. Daerah budidaya udang rostris terdapat di provinsi Aceh dan Nusa Tenggara Barat.

5. Udang api-api

Udang api-api termasuk salah satu jenis udang yang sudah dapat dilakukan pembudidayaannya. Udang jenis ini memiliki ukuran tubuh yang tidak besar. Udang api-api memiliki nilai ekonomis penting dan mempunyai peranan penting dalam siklus rantai makanan dan transfer energi. Sentra budidaya udang api-api terletak di provinsi jawa barat, jawa tengah, jawa timur dan provinsi sulawesi selatan.

6. Udang Barong

Udang barong memiliki nama ilmiah Panulirus sp. Udang ini biasa pula disebut sebagai udang karang. Sebagian orang menyebut pula udang jenis ini dengan sebutan lobster laut. Udang barong aktif mencari makan pada malam hari. Pada siang hari, udang ini lebih suka tinggal di dalam lubang. Udang ini seperti udang sikat tetapi ukurannya ada yang besar dan kulitnya keras. Warnanya ada bermacam-macam, ada yang hijau, coklat, coklat kemerahan dan hitam kebiruan, biasanya berbintik-bintik putih, merah atau coklat.

Perkembangan budidaya udang barong belum begitu pesat. Hanya beberapa daerah saja yang terpantau melalui data statistic perikanan budidaya mengusahakan budidaya lobster laut ini. Total produksi lobster laut ini secara nasional mencapai 311 ton pada tahun 2010. Produksi nasional yang sebesar tersebut berasal dari provinsi Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, NTB Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Timur. Sebagian besar produksi udang barong berasal dari Sulawesi Tenggara.

7. Udang Galah

Udang ini adalah udang air tawar. Karakteristik udang jenis ini yakni memiliki panjang maksimal tubug hingga 30 cm, warnaynya bermacam-macam, ada yang hijau kebiruan, hijau kecoklatan, kuning kecoklatan dan berbercak seperti udang windu tetapi bentuknya lebih bulat. Udang galah lebih menyukai untuk hidup di hilir sungai.

Perkembangan produksi udang galah hasil budidaya cukup baik. Udang galah dapat dibudidakan di kolam dan saat ini mulai dikembangkan budidaya udang galah dengan mengintegrasikan dengan tanaman padi atau biasa disebut dengan budidaya minapadi. Produksi udang galah pada tahun 2010 berada pada kisaran 1.400 ton yang sebagian besar berasal dari budidaya kolam. Sentra produksi udang galah sebagian besar terletak di pulau Jawa yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Di luar jawa udang galah dibudidayakan di provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat. Bali ditahun 2010 merupan penyumbang terbesar produksi udang galah nasional dengan total produksinya pada tahun 2010 sebesar 742 ton.

8. Lobster Air Tawar

Lobster air tawar memiliki ciri- ciri morfologi tubuh terbagi dalama 2 bagian, yakni kepala (chepalothorax) dan badan (abdomen). Antara kepala bagian depan dan bagian belakang dikenal dengan nama sub-chepalothorax. Cangkang yang menutupi kepala disebut karapak (carapace) yang berperan dalam melindungi organ tubuh, seperti otak, insang, hati, dan lambung. Karapak berbahan zat tanduk atau kitin yang tebal dan merupakan nitrogen polisakarida yang disekresikan oleh kulit epidermis dan dapat mengelupas saat terjadi pergantian cangkang tubuh (molting).

Perkembangan budidaya lobster air tawar di Indonesia belum maksimal. Hal ini disebabkan sulitnya memperoleh benih yang bersumber dari alam. Oleh karenanya tidak banyak daerah yang mampu memproduksi udang galah. Data tahun 2010 menggambarkan bahwa hanya provinsi beberapa daerah saja yang mengusahakannya dan secara nasional produksi lobster air tawar hanya 8 ton selama tahun 2010 yang lalu


sumber djpb.kkp.go.id

Selasa, 16 April 2013

Cara budidaya udang dengan baik

Selain Indah, Udang Kerdil Ini Bisa Menjaga Kebersihan Akuarium.

Tips pelihara si merah :
Pelihara dalam kerimbunan tanaman air
Pelihara dalam jumlah banyak
Suhu air dibawah 250 C
Gunakan air jernih




Sesuai namanya, udang ini punya kelir dasar merah dengan garis-garis putih berkilat di bagian punggungnya. Crustacea bermarga Neocaridina ini dianggap oke kalau warna merahnya tegas dan menyala. Kecantikan kombinasi warna merah dan putih berkilau membuatnya layak jadi udang hias. Si merah sangat cocok untuk dipelihara dalam taman akuarium alias aquascaping. Udang mini ini akan terlihat mencolok dalam taman yang didominasi waqrna hijau. Red cherry tergolong udang mini. Paling-paling hanya 2cm panjangnya.

Pembersih lumut
Selain cantik, udang asal jepang ini punya fungsi lain. Kebiasaan makannya akan membantu pemilik aquaskape. Dia pemakan alga alias lumut. Memelihara udang ini dalam jumlah banyak akan menghambat tumbuhnya lumut. Selain tentunya akan menambah keindahan akuarium. Selain pemakan alga, red cherry juga memakan daun lunak. Makanya hindari memeliharanya bersama tanaman air yang lunak macam Fantinalis antipyretica. Udang red cherry ternyata punya kemiripan dengan tokoh kartun popeye yaitu suka bayam. Selain itu untuk membentuk warna merah dapat juga diberikan irisan tipis wortel rebus.

Java moss
Kalau lingkungannysa sudah cocok, red cherry mudah sekali untuk beranak. Untuk membiakkannya harus ada tanaman air yang rimbun untuk bersembunyi. Soalnya sering terjadi peperangan antar sesama udang, terutama saat udang mengalami molting (ganti kulit). Udang jadi rentan, kalo diserang pasti mati. Taman air alias aquascape adalah rumah yang pas untuk udang hias ini.
Akuarium pemijahan di setting dengan dominasi java moss. Lumut asli Indonesia ini ternyata cocok bagi udang jepang ini. Daunnya kecil-kecil tapi rimbun, cocok untuk bersembunyi. Udang mungil ini butuh suhu air rendah. Dia akan hidup bagus pada suhu 50-260 C. Oleh karena itu bisa ditambahkan chiller untuk menurunkan suhu air. Bisa juga menggunakan tabung CO2 untuk menghidupi tanaman air dalam akuarium. Atur ph antara 6,8-7,2.

20 anakan
Menunya ? Udang ini bisa diberikan cacing beku untuk pemeliharaannya agar lebih cepat perkembangannya. Kebutuhan pakan tambahan tak terlalu banyak. Cukup diberi pakan dua kali sehari. Bisa juga diberikan empat potong cacing beku tiap pagi dan sore. Udang akan tumbuh dan berkembang dengan baik jika kualitas airnya juga bagus. Jadi filter juga harus oke. Pergantian air juga rutin setiap minggu diganti setengahnya. Umur maksimim udang sekitar 15 bulan. Sementara untuk menjadi dewasa dan siap kawin butuh waktu enam bulan. Setelah dewasa udang dapat memijah setiap bulan. Kumpulan telur akan terlihat jelas di bagian perutnya. Telur akan menetas menjadi bayi udang tiga minggu kemudian. Rata-rata satu ekor menghasilkan 20 anakan. 
 
sumber  udangredcherry.blogspot.com

Minggu, 17 Maret 2013

Tips cara memelihara budidaya udang galah

Berikut tips cara memelihara budidaya udang galah

Bahan dan Peralatan
Kolam, saringan halus, kapur tohor, pupuk kandang, pupuk TSP dll

Penyediaan Benih
Benih udang galah dapat ditangkap dari perairan umum atau sungai-sungai, dan dapat diperoleh dari tempat pembenihan buatan atau biasa disebut Hatchery

Pemilihan Lokasi
Sebaiknya dipelihara didataran rendah sampai ketinggian 400 meter diatas permukaan laut
Air kolam untuk pemeliharaan sebaiknya berasal dari sungai, danau atau mata air.
pH air yang baik adalah 7,5 - 8,5 serta kandungan oksigen dengan temperatur 20 - 30 derajat celcius.
Tanah sebaiknya bertekstur liat, berpasir, lempung liat berdebu dan mudah dibentuk serta kuat untuk pematang dan mampu menahan beban berat Bebas dari daerah banjir

Konstruksi Kolam
Bentuk kolam usahakan persegi panjang dan tidak lebih dari 3000 M2 Pematang kolam sebaiknya ditanami pohon seperti pohon Turi, Lamtorogung, Talas, Terong dll.
Dari tempat pemasukkan dan pengeluaran air harus dilengkapi dengan saringan halus yang berfungsi untuk mencegah keluarnya udang dan masuknya ikan liar.Kedalaman air kolam harus dapat dipertahankan ? 100 - 120 cm.

Persiapan Pemeliharaan
Kolam sebainya dikeringkan terlebih dahulu
Tanah dasar kolam digemburkan kemudian dipupuk dengan pupuk kandang 1 - 2 ton/ha, 5 - 10 kg TSP biarkan 3 - 7 hari. Bila dasar kolam sudah agak kering baru air dimasukkan setinggi 100 - 120 cm
Pemupukan susulan dapat dilakukan 1 - 2 minggu sekali dengan dosis 0,5 - 1 ton pupuk kandang 3 - 5 kg TSP/Ha. Untuk menghindari sifat kanibalisme udang pada saat ganti kulit maka perlu dibuat pelindung.

Pakan
Makanan tambahan dapat berupa pellet, makanan ayam, dedak, ampas kelapa, bungkil kacang tanah, singkong, umbi-umbian, siput dan ikan rucah yang dicacah. Pada pase pertumbuhan makanannya dibuat lebih halus Pada pase pembesaran dosis pakan cukup 3% dari berat total udang Pemberian pakan cukup satu kali sehari dengan cara menebarkannya dipinggir pematang.

Panen
Panen dapat dilakukan setelah 4 - 6 bulan masa pemeliharaan Panen dapat dilakukan secara bertahap atau bongkar sekaligus Panen dapat dilakukan dengan menggunakan jaring insang untuk menangkap yang besar saja. Panen total dapat dilakukan dengan cara mengeringkan kolam dan menangkap udang dengan cerok atau tangan.

Rabu, 25 Januari 2012

Jenis-Jenis Udang Potensial Budidaya

Udang merupakan komoditas utama yang paling diminati sebagai makanan. Dagingnya yang gurih dan rasanya yang lezat membuat komoditas yang satu ini begitu familiar dan digemari hampir semua orang. Melimpahnya jenis udang yang hidup di perairan Indonesia membuat peluang untuk membudidayakan dan memasarkan udang begitu potensial. Terlebih lagi, masing-masing jenis udang tersebut memiliki ciri yang unik dan khas. Tidak heran jika banyak orang yang tergiur untuk menangkap atau membudidayakan udang.
Prospek pasar udang kini makin luas, bahkan sudah merambah ke arah pasar ekspor. Berdasarkan data dari Departemen Kelautan dan Perikanan RI, udang sendiri merupakan penyumbang devisa terbesar dari sektor perikanan. Dengan fakta tersebut maka peluang untuk menjadikan udang sebagai prospek budidaya semakin terbuka dan sangat potensial.
Berikut ini beberapa jenis udang potensial untuk dibudidayakan maupun ditangkap:
1). Udang Jerbung ( Penaeus merguiensis )
Udang jerbung disebut juga udang putih “ White Shrimp “.
Ciri-cirinya antara lain : kulitnya tipis dan licin, warna putih kekuningan dengan bintik hijau dan ada yang berwarna kuning kemerahan. Udang ini mempunyai jenis-jenis lain seperti :
  • Udang Peci, warna kulitnya lebih gelap dan berbintik hitam dengan nama dagang White  Shrimp.
  • Udang Bambu, warna kulitnya kuning berbercak merah seperti bambu dengan nama dagang Bamboo Shrimp.
  • Udang Banana , warna kulitnya kuning seperti kulit pisang dengan nama dagang Banana Shrimp.
2). Udang Flower ( Penaeus sp )
Udang ini berwarna hijau kehitaman dengan garis melintang coklat, kulit dan kakinya agak kemerahan. Corak warnanya seperti bunga dengan nama dagang Flower Shrimp.
3). Udang Windu / Pacet / Tiger ( Penaeus monodon )
Udang ini kulitnya tebal dan keras, berwarna hijau kebiruan dengan garis melintang yang lebih gelap, ada juga yang berwarna kemerah-merahan dengan garis melintang coklat kemerahan. Nama dagang Tiger Shrimp.
4). Udang Cokong / Tokal / Galah / Fresh Water ( Macrobrachium sp )
Udang ini adalah udang air tawar. Warnanya bermacam-macam, ada yang hijau kebiruan, hijau kecoklatan, kuning kecoklatan dan berbercak seperti udang windu tetapi bentuknya lebih bulat. Nama dagangnya Fresh Water Shrimp.
5). Udang Dogol ( Metapenaeus monoceros )
Udang ini kulitnya tebal dan kasar, berwana merah muda agak kekuningan. Nama dagangnya adalah Pink Shrimp , ada yang berwarna kuning kehijuan disebut yellow White Shrimp.
6). Udang Kucing “Cat Prawn”
Udang ini kecil-kecil, yang paling besar berukuran 31 – 40 ekor/lb. Warnanya hijau dengan garis-garis melintang kuning dan putih. Ada juga yang berwarna kuning dengan garis melintang coklat dan putih. Nama dagangnya Cat Prawn.
7). Udang Medium
Termasuk jenis udang ini adalah udang peci yang warnanya lebih gelap dan berbintik-bintik hitam dan udang dogol yang warna kulitnya merah kecoklatan. Nama dagangnya Medium Shrimp.
8). Udang Sikat / Kipas ( Panulirus sp )
Udang ini seperti “ Lobster “ tetapi ukurannya lebih kecil dan kulitnya lebih lunak serta agak kasar. Warna kulit kecoklatan bergaris-garis melintang. Nama dagangnya Baby Slipper Lobster.
9). Udang Karang / Barong ( Panulirus sp )
Udang ini seperti udang sikat tetapi ukurannya ada yang besar dan kulitnya keras. Warnanya ada bermacam-macam, ada yang hijau, coklat, coklat kemerahan dan hitam kebiruan, biasanya berbintik-bintik putih, merah atau coklat. Nama dagangnya ‘Lobster’.
Diolah dari berbagai sumber

Udang Jerbung

Udang yang satu ini namanya memang tidak terlalu familiar terdengar oleh telinga kita. Udang ini merupakan salah satu spesies dari famili Penaeidae. Udang Jerbung (Penaeus Merguiensis) merupakan kekayaan alam hayati yang tersebar luas hampir di seluruh Indonesia. Udang jerbung atau udang putih bahkan sangat terkenal di mancanegara dengan nama lokal masing - masing, seperti: Australia (Banana Prawn/White Prawn), Jepang (Tenjikuebi/Banana Ebi), Malaysia (Udang kaki merah/Udang pasir), Pakistan (Jaira), Philippines (Hipon buti), Thailand (Kung chaebauy).
image
Menurut Pennak (1978), udang jerbung memiliki taksonomi sebagai berikut :
Filum : Crustacea
Class : Malacostraca
Subclass : Eucarida
Ordo : Decapoda
Subordo : Natantia
Famili : Peneidae
Genus : Penaeus
Spesies : Penaeus merguensis
Penaeus merguensis mempunyai bentuk rostrum hampir segitiga, warna tubuh kuning jernih tanpa sabuk dengan bintik kecoklatan serta dapat mencapai panjang total 24 cm untuk betina dan 20 cm untuk jantan.
Habitat yang disukai udang adalah dasar laut (10 – 45 m) yang lumer, biasanya terdiri dari campuran lumpur dan pasir. Daerah paparan yang banyak menerima aliran sungai adalah daerah yang disenangi udang. Udang menyenangi daerah yang terjadi pencampuran air sungai dengan air laut (estuaria), karena di daerah ini banyak terdapat makanan serta zat-zat hara yang dibutuhkan udang. Oleh karena itu daerah di sekitar muara sungai merupakan daerah yang baik bagi udang. Besar kecilnya, banyak sedikitnya sungai yang bermuara ke suatu daerah akan menentukan luas atau sempitnya daerah udang di suatu perairan.
Udang jerbung aktif mencari makan pada siang hari, tidak meliang dan hidup di dasar perairan yang keruh (Penn, 1984), sehingga penangkapan udang jerbung lebih baik dilakukan siang hari. Oleh karena itu, nelayan melakukan penangkapan udang jerbung di siang hari.
Berdasarkan data dari FAO, Indonesia merupakan negara penghasil udang jerbung terbesar di dunia. Jumlah produksinya dapat mencapai sekitar 65 ribu ton. Jumlah produksi ini sebanding dengan ketersediaan sumberdaya udang jerbung di perairan kita. Selain itu, banyaknya jenis alat tangkap di Indonesia yang menjadikan udang jerbung sebagai hasil tangkapan utama. Beberapa alat tangkap yang digunakan untuk menangkap udang jerbung, diantaranya: jatilap (trammel net), jaring dogol, bubu (perangkap) dan jaring lainnya yang dioperasikan menyapu dasar perairan.
sumber: disarikan dari berbagai informasi

Jenis Udang

1). Udang Jerbung (Penaeus merguiensis)
 
Udang jerbung disebut juga udang putih “White Shrimp“.Ciri-cirinya antara lain : kulitnya tipis dan licin, warna putih kekuningan dengan bintik hijau dan ada yang berwarna kuning kemerahan. Udang ini mempunyai jenis-jenis lain seperti :- Udang Peci, warna kulitnya lebih gelap dan berbintik hitam dengan nama dagang White Shrimp.- Udang Bambu, warna kulitnya kuning berbercak merah seperti bambu dengan nama dagang Bamboo Shrimp.- Udang Banana , warna kulitnya kuning seperti kulit pisang dengan nama dagang Banana Shrimp.  

2). Udang Flower (Penaeus sp)

Udang ini berwarna hijau kehitaman dengan garis melintang coklat, kulit dan kakinya agak kemerahan. Corak warnanya seperti bunga dengan nama dagang Flower Shrimp.    

3). Udang Windu / Pacet / Tiger (Penaeus monodon)

Udang ini kulitnya tebal dan keras, berwarna hijau kebiruan dengan garis melintang yang lebih gelap, ada juga yang berwarna kemerah-merahan dengan garis melintang coklat kemerahan. Nama dagang Tiger Shrimp. 

4). Udang Cokong / Tokal / Galah / Fresh Water (Macrobrachium sp)

Udang ini adalah udang air tawar. Warnanya bermacam-macam, ada yang hijau kebiruan, hijau kecoklatan, kuning kecoklatan dan berbercak seperti udang windu tetapi bentuknya lebih bulat. Nama dagangnya Fresh Water Shrimp.


5). Udang Dogol (Metapenaeus monoceros)

Udang ini kulitnya tebal dan kasar, berwana merah muda agak kekuningan. Nama dagangnya adalah Pink Shrimp , ada yang berwarna kuning kehijuan disebut yellow White Shrimp.  

6). Udang Kucing “Cat Prawn”

Udang ini kecil-kecil, yang paling besar berukuran 31 – 40 ekor/lb. Warnanya hijau dengan garis-garis melintang kuning dan putih. Ada juga yang berwarna kuning dengan garis melintang coklat dan putih. Nama dagangnya Cat Prawn.

7). Udang Medium

Termasuk jenis udang ini adalah udang peci yang warnanya lebih gelap dan berbintik-bintik hitam dan udang dogol yang warna kulitnya merah kecoklatan. Nama dagangnya Medium Shrimp.    

8). Udang Sikat / Kipas (Panulirus sp)

Udang ini seperti “ Lobster “ tetapi ukurannya lebih kecil dan kulitnya lebih lunak serta agak kasar. Warna kulit kecoklatan bergaris-garis melintang. Nama dagangnya Baby Slipper Lobster.

9). Udang Karang / Barong (Panulirus sp)

Udang ini seperti udang sikat tetapi ukurannya ada yang besar dan kulitnya keras. Warnanya ada bermacam-macam, ada yang hijau, coklat, coklat kemerahan dan hitam kebiruan, biasanya berbintik-bintik putih,merah atau coklat. Nama dagangnya ‘Lobster’.